UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN 2019

Mata Kuliah :  Rekayasa Perangkat Lunak
D o s e n :  Arif Hadi Sumitro, M.Kom
Jurusan / Kelas :  S1 – TI / SP4.3

Nama : Dendi Pradana
Nim : 1117101510
Kelas : SP4.2

Jawaban   :
Tahapan – tahapan pengembangan perangkat lunak  :
Analisis Sistem
Tahapan dari SDLC yang pertama adalah melakukan analisis terhadap sistem. Analysis sistem merupakan tahap awal dalam sebuah siklus SDLC, dimana aanalisis sistem akan melakukan berbagai macam analisis terhadap sebuah sistem yagn sudah ada, dan bagaimana nanatinya sebuah sistem akan berjalan. Hal ini termasuk di dalamnya adalah sebagai bentuk kelebihan dan kekurangan sistem, fungsi dari sistem, hingga berbagai macam pembaruan yang bisa saja diterapkan pada sebuah sistem. Setelah analisis sistem selesai dilakukan, maka tahapan berikutnya adalah masuk ke dalam tahapan spesifikasi kebutuhan sistem.

Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Tahapan kedua pada siklus SDLC adalah tahapan spesifikasi dari kebutuhan sistem. Pada tahap ini, seluruh hasil analisis yagn dilakukan pada tahap pertama akan dikaji lebih mendalam untuk mendapatkan spesifikasi yang dibutuhkan dalam pengembangan sebuah sistem. Hal ini nantinya akan sangat bermanfaat terutama apabila kita ingin membangun sebuah sistem yang sangat besar. Dengan adanya spesifikasi kebutuhan sistem, maka setiap teknisi dan juga pengembang akan mampu membuat sebuah sistem yang sesuai dengan kebutuhan yang ada, serta mampu untuk menjalankan sistem tersebut sesuai dengan peruntukkannya, dan tentu saja dapat berjalan pada spesifikasi spesifikasi tertentu.

Perancangan Sistem
Tahapan berikutnya dari siklus SDLC pada sebuah sistem adalah perancangan terhadap sistem. Ini merupakan tahapan kelanjutan dari spesifikasi kebutuhan sistem. Tahap ini merupakan tahap dimana seluruh hasil analisa dan juga hasil pembahasan mengenai spesifikasi sistem diterapkan menjadi sebuah rancangan atau cetak biru dari sebuah sistem. Tahap perancangan sistem ini bisa kita sebut sebagai cetak biru, atau bias juga kita sebut sebagai prototype, dimana sistem ini sudah siap untuk dikembangkan. Ibarat sebuah rumah atau gedung, maka perancangan sistem ini merupakan desain dari rumah yag dibuat oleh seorang arsitek. Pada tahap ini, sema persiapan harus dilakukan dengan matang, mulai dari implementasi dari spesifikasi sistem, dan semua analisis terhadap sistem, hingga berbagai macam tenaga pendukung dari sistem yang akan dikembangkan nantinya
Pengembangan Sistem
Tahap berikutnya dari tahapan SDLC ini adalah tahapan pengembangan sistem. Tahapan pengembangan sistem ini merupakan tahapan dimana rancangan atau cetak biru sistem ini mulai dikerjakan dan dibuat atau diimplementasikan menjadi sebuah sistem yang utuh, dan dapat digunakan. Apabila dianalogikan dengan pembangungan gedung, maka tahap ini merupakan tahap dimana gedung atau rumah mulai dibangun, mulai dari pembuatan pondasi, hingga penempatan besi baja ataupun alat konstruksi lainnya. Tahap ini merupakan tahapan yang cukup lama, karena dalam prakteknya tahap pengembangan sistem ini bisa saja menemui kendala – kendala baru yang menyebabkan proyek menjadi terhambat, sehingga dibutuhkan analisis tambahan, ataupun perancangan tambahan. Bahkan, bukan tidak mungkin pada tahap ini terjadi perubahan perancangan sistem oleh karena satu dan lain hal.

Pengujian Sistem
Setelah sistem selesai dikembangkan dan juga dibuat, maka sistem tersebut tidak akan langsung digunakan secara umum ataupun secara komersil. Tentu saja harus ada proses pengujian terhadap sistem yagn sudah dikembangkan tersebut. Tahap pengujian sistem ini merupakan waktu yagn tepat untuk mencoba apakah sistem yang sudah berhasil dikembangkan memang dapat bekerja degnan optimal dan juga sempurna. Apabila memang dapat bekerja dengan baik dan sempurna, maka sistem siap untuk digunakan.
Dalam tahap ini, ada banyak hal aygn harus diperhitungkan, mulai dari kemudahan penggunaan sistem, hingga pencapaian tujuan dari sistem yang sudah disusun sejak perancangan sistem. Apabila terjadi kesalahan, atau sistem tidak dapat berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya, maka tahap 1 hingga tahap 4 harus diperbaharui, diulangi, atau bahkan bisa saja mengalami perombakan total.
Implementasi dan Pemeliharaan Sistem
Tahap ini bisa dibilang sebagai tahapan final atau tahapan akhir dari satu buah siklus SDLC. Tahapan ini merupakan tahapan dimana sebuah sistem sudah selesai dibuat, sudah diujicoba, dan dapat bekerja dengan baik dan juga optimal. Ketika tahapan sebelumnya sudah berhasil dilewati, maka ini lah saatnya sostem tersebut mulai diimplementasikan dan digunakan secara real oleh user yang membutuhkan. Dalam prakteknya, tahap terakhir ini tidak hanya berhenti pada proses implementasi dan juga penginstallan saja, namun juga melakukan proses pemeliharaan terhadap sistem yang ada, sehingga dapat menjamin bahwa sistem tersebut akan tetap berfungsi secara normal dan juga optimal setiap saat.
2.
Karateristik perangkat lunak :
Sebuah Perangkat Lunak ooooitu dikembangkan dan tidak diproduksi masal seperti pada umumnya perangkat keras. Disini sebuah perangkat lunak hanya dibuat satu dan tidak dibuat dalam jumlah yang banyak sedangkan perangkat keras dibuat dalam jumlah besar.
Sebuah Perangkat Lunak tidak pernah Usang. Hal ini sangat berbeda dengan perangkat keras, dimana sebuah perangkat keras akan usang dimakan waktu. Perhatikan saat kita membeli sebuah Gadget dengan Spek Processor Snapdragon 835, Ram 8 GB, Rom 64 GB, Kamera 16 MB, maka perangkat Gadget ini semakin lama akan usang dan dengan ditandai biasanya adalah PERFORMANSI dari Perangkat Keras yang menurun, Harga yang semakin murah, dan lain-lainnya .
Beberapa Perangkat Lunak dikembangkan secara custom (pesanan) sedangkan Perangkat Keras dikembangkan berdasarkan sistem Component-Based Assembly. Disini sebuah perangkat lunak selain dikembangkan dengan cara umumnya, beberapa perangkat lunak juga ada yang dikembangkan dengan cara pesanan.


Software Enginering Layer :
A QUALITY FOCUS (FOKUS KUALITAS)
  Pada saat kita membangun sebuah aplikasi, Fokus pertama kali yang dibuat adalah Kita akan membangun kualitas yang seperti apa,siapa sasaran kita, aplikasi yang dibangun siapa pengguna dan lai-lain, Oleh karena itu FOKUS KUALITAS ini programmer akan mengetahui level sebuah aplikasi yang dibangun. Misalnya akan dibangun APLIKASI PEMUTAR MUSIC. Dengan berpatokan pada FOKUS KUALITAS maka Programmer akan mengetahui sampai dimana aplikasi yang akan dibangun. File Music bisa beraneka ragam mulai dari MP3, MP2, AUDIO TRACK, WAV, MDI dan lain-lain. Dengan mengetahui, Aplikasi ini dibuat untuk File music apa, maka programmer akan mengetahui segala hal yang berhubungan denganprogram yang dibuat. Apakah aplikasi yang dibuat akan mendukung untuk MP3, MP2, WAV, OGG, TRACK atau yang lainnya. Jika dilihat dari segi Interaksi Manusia dan Komputer, maka dengan FOKUS KUALITAS programmer akan mengetahui bentuk dari aplikasi yang akan bangun.

PROCESS
   Process atau Proses adalah merupakan lapisan kedua dalam SOFTWARE LAYER, Lapisan ini terletak setelah QUALITY FOCUS,hal ini disebabkan setelah diketahui Fokus Kualitas dari Perangkat Lunak yang akan dibangun, maka pemrogram harus mengetahui bagaimana proses yang harus dijalani oleh pemrograman sehubungan dengan Fokus Kualitas dari Perangkat Lunak yang diharapkan, Proses-proses ini dilakukan terurut dan tepat, agar tidak terjadi kesalahan pada saat sebuah aplikasi di Launching. Proses-proses yang ada akan dikerjakan sesuai dengan Kunci Proses Area yang ada (KPA/Key Process Area).

METHODS
   Methods atau Metode merupakan salah satu hal yang penting dalam Pembuatan Perangkat Lunak. Dengan metode, pembuat program akan melakukan langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang sesuai dengan metode yang ada. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan perangkat lunak yang dibangun, dan tujuan dari pembuatan perangkat lunak.

TOOLS
   Tools merupakan alat bantu yang dapat digunakan oleh programmer dalam menyelesaikan proyek yang ada. Mulai dari tools animasi tools multimedia, tools normalisasi dan lain-lain. Misalnya : X3D, power designer, paintshop pro, dll.

3.
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem
yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan
sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Sebagai analisis pada sistem yang sedang berjalan, akan dibahas bagaimana
prosedur-prosedur yang sedang atau yang sudah berjalan pada sistem terdahulu.
Analisis sistem non fungsional yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak
yang digunakan, serta analisis sistem dengan menggunakan permodelan data terstruktur.
Analisis Game yang Sedang Berjalan
Berdasakan hasil penelitian Game edukasi bertema Indonesia merupakan
game edukasi 2 dimensi yang bertujuan membrikan informasi-imnformasi tentang
Indonesia. Contohnya game edukasi Bobby Bola Keliling Nusantara Seri 1 [1]
Game ini dimulai dengan mentukan apakah pemain ingin belajar indonesia
(edukasi) atau ingin permainan sepenuhnya. untuk edukasi pemain memilih
terlebih dahulu salah satu wilayah Indonesia kemudian setelah terpilih sistem akan
memberikan informasi-informasi umum tentang wilayah yang telah dipilih oleh
pemain berupa audio dan teks sedangkan untuk game, game edukasi Bobby Bola
Keliling Nusantara Seri 1 ini memiliki berbagai macam pilihan permainan
tradisional diantaranya permainan congklak, permainan dam, kelereng dan lain-lain
Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Analisis Kebutuhan Perangkat Keras
Perangkat keras yang dibutuhkan untuk mengakses game ini antara lain :
Tabel 3.1 Perangkat Keras Yang digunakan







Perangkat Keras Spesifikasi
Processor Kecepatan 1,8 GHz
Memory 256 MB
VGA 128 bit
Harddisk Free space 1Gb
Monitor
Keyboard dan mouse
Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Perangkat keras komputer tidak berarti tanpa perangkat lunak begitu juga
sebaliknya. Jadi perangkat lunak dan perangkat keras saling mendukung satu sama
lain. Perangkat keras hanya berfungsi jika diberikan instruksi-intruksi kepadanya.
Instruksi-instruksi inilah disebut dengan perangkat lunak. Untuk menjalankan
aplikasi game inidigunakan beberapa perangkat lunak,antara lain :
1. Sistem operasi komputer Windows (XP, Vista, 7)
2. Flash player 10
Analisis Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional dianalisis dengan memodelkan sistem. Pendetakan
pemodelan analisis yang digunakan untuk membangun aplikasi game edukasi
pariwisata indonesia ini adalah pemodelan prosedural. Perangkat lunak ini
dimodelkan menggunakan tools DFD (Data Flow Diagram).
 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang menggambarkan input , process dan
output secara umum yang terjadi pada sistem perangkat lunak yang akan di
bangun .

Berikut Diagram konteks dari game edukasi pariwisata Indonesia di
tunjukan pada gambar 3-1 dibawah ini.





Gambar 3.1 Diagram Konteks Game Edukasi Pariwisata Indonesia
 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram merupakan suatu media yang digunakan untuk
menggambarkan aliran data yang mengalir pada suatu sistem informasi. Dalam
Data Flow Diagram (DFD) terdiri dari entitas luar, aliran data, proses, dan
penyimpanan data.
1. DFD level 0 game edukaisi pariwisata Indonesia
Berikut ini adalah gambar DFD level 1 game edukaisi pariwisata Indonesia
ditunjukan pada gambar 3.2 berikut ini.
Tabel 3.1 Perangkat Keras Yang digunakan




Gambar 3.2 DFD Level 0 game edukaisi pariwisata Indonesia
2. DFD level 0 lokasi wisata
Berikut ini adalah gambar DFD level 1 lokasi wisata ditunjukan pada gambar 3.3
berikut ini.







Gambar 3.3 DFD Level 0 Lokasi Wisata
3. DFD level 1 Kuis
Berikut ini adalah gambar DFD level 2 kuis ditunjukan pada gambar 3.3 berikut





Gambar 3.4 DFD Level 1 kuis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Struktur Data 3

Struktur Data

Tugas UTS Struktur Data